Masalah pada Airway atau jalan nafas dapat mengakibatkan kematian paling cepat. pada sistem pernafasan terdapat beberapa komponen penting, yakni hidung dan mulut, faring, epiglotis, trakea, laring, bronkus dan paru. Informasi P3K ini menyangkut cara penilaian dan pembukaan jalan nafas.

 

Jalan Nafas (Airway)

Oksigen merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup. Tanpa oksigen tubuh akan lemas bahkan dapat mengakibatkan kematian bila tidak ada oksigen sama sekali. Terdapat rumusan yang sudah diketahui Internasional untuk urutan pertolongan pada korban, yaitu ABC (Airway-Breathing-Circulation). Airway atau jalan nafas berada pada urutan pertama sebab adanya masalah pada Airway dapat mengakibatkan kematian paling cepat. pada sistem pernafasan terdapat beberapa komponen penting yakni hidung dan mulut, faring, epiglotis, trakea, laring, bronkus dan paru.

 

Anatomi Sistem Pernafasan

  • Hidung dan Mulut

Normalnya, manusia bernafas dengan hidung. Namun, pada kondisi tertentu seperti disaat hidung tersumbat, manusia akan cenderung bernafas melalui mulut. Dalam hidung, udara yang masuk akan mengalami proses penghangatan dan pelembaban. Gangguan pada Airway dapat diakibatkan lidah yang tanpa sadar terjatuh ke rongga mulut. Lidah bayi yang relatif lebih besar berpotensi lebih mudah menyumbat Airway.

 

  • Faring

Faring terdapat pada dinding belakang rongga mulut. Faring berfungsi sebagai tempat masuknya udara dari hidung dan mulut serta makanan dari mulut yang harus melewati organ ini.

Orofaring adalah udara mulut yang masuk melewati lubang mulut ke faring. Sementara Nasofaring adalah udara dari hidung yang masuk ke bagian faring. Faring terbagi menjadi dua saluran. Saluran pertama disebut Esofagus atau kerongkongan yang merupakan jalan masuknya makanan ke lambung. Saluran kedua adalah Laring atau tenggorokan yang menjadi saluran pernafasan yang tersambung dengan paru-paru.

 

  • Epiglotis

Epiglotis merupakan sebuah flap berbentuk daun yang melindungi trakea. Epiglotis akan menutup Laring pada saat makanan atau minuman masuk melalui mulut dan akan diteruskan menuju Esofagus. Namun, kondisi tertentu seperti penyakit atau Trauma, menyebabkan Esofagus tidak bekerja dengan normal, sehingga benda yang masuk ke Laring dapat membuat tersedak.

 

  • Laring dan Trakea

Laring merupakan bagian paling pertama dari saluran pernafasan. Udara yang masuk ke Laring akan diteruskan ke Trakea. Bayi memiliki Trakea yang lebih kecil. Oleh karena itu, jangan pernah mendongakkan kepala secara berlebihan (Hiperektensi) sebab dapat mengakibatkan sumbatan pada Airway.

 

  • Bronkus dan Paru

Trakea terbagi menjadi dua cabang, yakni Bronkus Kanan dan Bronkus Kiri. Tiap Bronkus memiliki banyak cabang yang disebut Bronkiolus. Setiap ujung Bronkiolus terdapat Alveolus yang merupakan tempat pertukaran oksigen dengan Karbondioksida.

 

Penilaian Jalan Nafas Pada Korban

Membuka Jalan Nafas

Penyebab utama terhambatnya saluran pernafasan pada orang yang hilang kesadaran adalah tertutupnya Trakea akibat lidah yang terjatuh di rongga mulut. Pada kasus-kasus tertentu, korban membutuhkan bantuan pernafasan. Saluran pernafasan harus dibuka terlebih dahulu sebelum diberikan bantuan pernafasan. Ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk membuka saluran pernafasan, yakni Head Tilt / Chin Lift dan Jaw Trust.

 

Head Tilt / Chin Lift

Teknik ini danya dapat dipakai pada penderita yang tidak mengalami cedera leher, kepala dan tulang belakang. Berikut tahapan melakukan teknik ini :

  1. Letakkan tangan pasien di dahi, sebaiknya gunakan tangan yang paling dekat dengan dahi.
  2. Tengadahkan kepala pasien secara perlahan dengan mendorong dahi dari arah belakang,
  3. Letakkan ujung jari tangan yang lainnya pada tulang dagu pasien. Bila masih anak-anak, letakkan jari telunjuk saja di bawah dagu.
  4. Angkat dagu secara bersamaan dengan menengadahkan kepala. Usahakan jangan sampai mulut pasien tertutup. Bila pasien masih anak-anak sebaiknya jangan terlalu menengadahkan kepala.
  5. Pertahankan posisi tersebut.

 

Jawtrust

Teknik ini memang sedikit melelahkan namun amat sesuai bagi penderita cedera tulang belakang. Berikut langkah-langkah melakukan tindakan ini :

  1. Letakkan tangan di kedua sisi kepala korban,
  2. Pegang kedua sisi rahang bawah pasien. Bila pasien masih anak-anak, gunakan dua atau tiga jari saja dan etakkan pada sudut rahang,
  3. Lakukan gerakan mengangkat untuk mendorong ke atas rahang bawah pasien. Hal ini bertujuan untuk menarik lidah dari tenggorokan.
  4. Usahakan mulut pasien untuk tetap sedikit terbuka. Bila perlu, tarik bibir bawah dengan kedua ibu jari.

 

Penilaian Jalan Nafas

Melancarkan jalan nafas sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Jalan nafas pasien dikatakan bebas dari sumbatan bila pasien sadar dan dapat berbicara dengan baik. Namun, bila esadaran pasien menurun, maka diperlukan penanganan lebih lanjut untuk melancarkan jalan nafas. Biasanya terdapat tumpukan muntahan, darah, atau air liur yang berlebihan pada jalan nafas saat pasien hilang kesadaran. Bila saluran nafas sudah tidak ada sumbatan, maka dilanjutkan ke prosedur berikutnya yakni Brathing atau pernafasan.

 

Pernafasan (Breathing)

Pengertian

Bernafas adalah tindakan spontan yang dilakukan untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan Karbondioksida. Kegiatan ini merupakan salah satu prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Untuk memastikan normal atau tidaknya seseorang bernafas dapat diketahui dari berapa kali orang tersebut bernafas dalam satu menit. Normalnya, pada orang dewasa setiap menit melakukan pernafasan sebanyak 12 sampai 20 kali. Pada anak-anak umumnya 20 sampai 30 kali tiap menit. Sementara pada bayi 30 sampai 40 kali per menit. Pernafasan dilakukan sampai dada mengembang.

Pernafasan dikatakan tidak normal bila terjadi kondisi seperti :

  1. Sesak nafas, terjadi peningkatan jumlah pernafasan dalam satu menit,
  2. Cuping hidung ikut mengembang saaf bernafas,
  3. Penggunaan otot-otot bantu pernafasan (Otot sela Iga, otot leher, otot perut),
  4. Bibir dan ujung-ujung jari tangan berwarna kebiruan,
  5. tidak ada suara nafas,
  6. Tidak ada gerakan dada,
  7. Tidak terasa adanya hembusan nafas,
  8. Pasien tidak sadar dan tidak bernafas,

 

Jika terjadi gangguan pada pernafasan sebaiknya lakukan tindakan-tindakan berikut ini :

  1. Periksa pernafasan dengan cara memperhatikan dada pasien. Dekatkan pipi dan telinga Anda ke hidung dan mulut pasien dengan mata mengarah ke dada pasien. Lakukan selama 10 Detik.
  2. Jika pasien masih bernafas tetapi pingsan,maka arahkan tubuh pasien miring ke kiri (Posisi Mantap) dan pastikan jalan nafas tetap terbuka. Segera minta bantuan ahli medis dan lakukan pengecekan tiap 2 Menit apakah pasien masih bernafas atau tidak.
  3. Bila pasien mengalami kesulitan bernafas atau bahkan tidak bernafas, lakukan tindakan ini :

a.   Segera hubungi ahli medis untuk meminta bantuan.

b. Buka jalan nafas dengan menengadahkan kepala pasien dan menopang dagu pasien.

c.   Cek ada tidaknya sumbatan dalam mulut pasien. Jika terdapat sumbatan maka bersihkan dengan dua jari yang sudah dibalut dengan kain.

Usap dari bibie sapu kedalam dan ke arah luar.

d.   Berikan nafas buatan pada pasien. Caranya, tariklah nafas seperti biasa, kemudian tempelkan bibir Anda ke bibir pasien dengan perantara alat pelindung diri (Face Mask, Face Shield) hembuskan perlahan sambil jari tangan menutup hidung pasien dan mata mengarah ke dada pasien untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pernafasan buatan yang Anda lakukan. bila berhasil maka dada pasien akan naik.

e. Beri nafas nuatan sebanyak 2 kali kemudian periksa denyut nadi pasien dengan cara meraba leher dengan jari telunjuk atau jari tengah. Jika tidak terasa adanya denyut maka langsung lakukan tindakan CPR,

f.   Jika masih terasa adanya Nadi maka lakukan nafas buatan dengan frekuensi 12 kali per menit setiap 5 detik hingga pasien sadar dan kembalibernafas; pastikan ada tidaknya denyut nadi pasien tiap 2 menit.

 

Sirkulasi

Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Pada saat jantung berhenti berdengut dan berhenti memompakan darah ke seluruh tubuh, organ-organ tubuh akan kekurangan oksigen. Padahal oksigen merupakan energi utama dari sel-sel otak. Hal inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak. Sel otak akan mulai mengalami kerusakan bila tidak ada aliran oksigen dalam waktu 4-6 menit. Bahkan dalam waktu 8-10 menit tanpa oksigen dapat mengakibatkan sel otak rusak permanen.

Tindakan Resusitasi jantung paru diharapkan dapat membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh walaupun tidak seoptimal kerja jantung. Untuk membantu sirkulasi dapat dilakukan kompresi jantung atau kompresi dada.

 

Tanda-tanda Henti jantung

Pasien yang diduga mengalami henti jantung harus diperiksa dahulu sebelum dilakukan kompresi jantung. biasanya dapat dipastikan pasien yang mengalami henti jantung akan kehilangan kesadaran. Bila hal itu terjadi segera dipastikan ada tidaknya usaha bernafas. Lalu periksa denyut jantung dengan meraba denyut Arteri Karotis yang terdapat pada daerah leher. Bila selama 10 Menit tidak ada denyut sama sekali maka segera lakukan kompresi dada.

 

Langkah-langkah kompresi jantung :

  1. Baringkan pasien di tempat yang datar dan keras,
  2. lepaskan baju pasien untuk membebaskan dadanya,
  3. Pastikan jalan nafas bebas dari hambatan,
  4. Letakkan punggung telapak tangan kanan tepat di tengah-tengah dada diantara puting susu,
  5. Letakkan satu tangan lainnya diatas tangan kanan atau tangan yang dominan,
  6. Pastikan kedua tangan dapat saling terkait dengan stabil,
  7. Luruskan lengan hingga bahu berada diatas kedua telapak tangan,
  8. Tekan dada pasien sampai kedalaman 4-5 Cm,
  9. Lakukan 30 kali kompresi lalu selingi dengan 3 kali nafas buatan. ini merupakan satu siklus,
  10. Kembali periksa ada tidaknya denyut jantung setelah lima siklus. Ulangi kembali siklus bila belum ada denyut.
Training CPR & AED Certificate American Heart Association / AHA
Training CPR & AED Certificate American Heart Association / AHA
Pertolongan Pertama Jalan nafas
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut

Hubungi Kami melalui WhatsApp